Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi membuka kembali aktivitas pendakian Gunung Rinjani mulai 28 Maret. Pembukaan ini dilakukan setelah penutupan sementara akibat faktor cuaca dan pemulihan ekosistem jalur pendakian.
Balai TNGR menyatakan pembukaan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi lingkungan. Evaluasi jalur telah dilakukan untuk memastikan keamanan pendaki.
Pendakian Gunung Rinjani sempat ditutup selama periode tertentu guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem serta memperbaiki fasilitas di sejumlah titik. Penutupan juga dimanfaatkan untuk pemulihan vegetasi yang terdampak aktivitas wisata.
Prioritaskan Keselamatan Pendaki
Balai TNGR menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Pendaki diwajibkan melakukan pendaftaran secara resmi melalui sistem yang telah ditentukan. Kuota harian tetap diberlakukan untuk menjaga daya dukung kawasan.
Petugas juga mengingatkan pendaki untuk mematuhi aturan, termasuk membawa perlengkapan standar, menjaga kebersihan, dan tidak merusak lingkungan. Jalur menuju puncak dan kawasan Danau Segara Anak dinilai sudah layak dilalui setelah proses pengecekan.
Dukung Pemulihan Ekonomi Lokal
Pembukaan kembali pendakian Rinjani disambut positif oleh pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar. Aktivitas pendakian dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal, mulai dari jasa pemandu hingga penginapan.
Namun demikian, pengelola taman nasional menegaskan bahwa peningkatan kunjungan harus tetap sejalan dengan prinsip konservasi. Gunung Rinjani bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga kawasan lindung yang memiliki nilai ekologis tinggi.
Imbauan untuk Pendaki
Balai TNGR mengimbau pendaki untuk memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat. Pendaki juga diminta menjaga kondisi fisik serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian mulai 28 Maret, diharapkan aktivitas wisata alam di Lombok dapat kembali bergeliat, tanpa mengabaikan keselamatan dan kelestarian lingkungan.

