Mikat di Tan’im, Megawati Tunaikan Umrah Bareng Prananda–Puan

By admin Feb 14, 2026

Makkah — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Tan’im saat Megawati Soekarnoputri mengambil miqat untuk menunaikan ibadah umrah bersama putra dan putrinya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Momen ini menghadirkan potret kebersamaan keluarga dalam balutan kesederhanaan dan ketenangan spiritual.

Miqat di Tan’im menjadi titik awal niat dan kesiapan batin sebelum memasuki rangkaian ibadah di Masjidil Haram. Dengan pakaian ihram dan langkah yang tertata, keluarga tersebut memulai perjalanan ibadah yang sarat makna. Tidak ada jarak yang terlihat; yang tampak adalah kedekatan dan perhatian satu sama lain.

Awal Perjalanan yang Penuh Doa

Di Tan’im, doa dipanjatkan dengan lirih. Megawati berdiri diapit anak-anaknya, memperlihatkan sisi seorang ibu yang menjalani ibadah dalam lingkar keluarga. Prananda dan Puan tampak mendampingi dengan penuh hormat, memastikan setiap tahap ibadah dijalani dengan tertib.

Miqat bukan sekadar penanda lokasi. Ia adalah simbol niat yang diteguhkan. Di titik itu, atribut duniawi dilepas, dan yang tersisa adalah kesadaran sebagai hamba.

Kebersamaan yang Membumi

Kebersamaan Megawati dengan Prananda dan Puan menghadirkan suasana hangat. Mereka berjalan berdampingan menuju Masjidil Haram, menjaga ritme dan saling menunggu. Gestur sederhana—menoleh memastikan langkah orang tua aman, atau memberi isyarat halus untuk tetap dekat—menjadi detail kecil yang sarat makna.

Potret ini memperlihatkan bahwa ibadah adalah ruang kesetaraan. Di tengah status publik yang melekat, keluarga ini menunaikan rangkaian umrah seperti jamaah lain, dengan khusyuk dan tertib.

Spiritualitas dan Ketenteraman

Setelah miqat, rangkaian tawaf dan sa’i dijalani dengan penuh konsentrasi. Di sela doa, tampak ekspresi hening yang mencerminkan perenungan. Bagi banyak orang, umrah adalah perjalanan batin; bagi Megawati dan keluarga, momen ini menjadi jeda dari rutinitas dan tanggung jawab panjang.

Pendekatan yang tenang dan membumi memberi pesan bahwa ruang spiritual penting untuk menjaga keseimbangan hidup. Ibadah menjadi kesempatan mempererat keluarga sekaligus menata batin.

Pesan Kebersamaan di Tanah Suci

Momen miqat di Tan’im menegaskan nilai kebersamaan dan bakti anak kepada orang tua. Prananda dan Puan tidak hanya hadir sebagai figur publik, tetapi sebagai anak yang mendampingi ibunya dalam ibadah.

Di Tanah Suci, perjalanan itu terasa sederhana namun bermakna. Doa yang dipanjatkan menjadi harapan untuk kesehatan, ketenteraman, dan kebaikan bagi keluarga serta masyarakat luas.

Dengan langkah yang tertata dan hati yang khusyuk, Megawati bersama Prananda dan Puan menunaikan umrah sebagai keluarga—sebuah potret hangat yang memperlihatkan sisi kemanusiaan di balik peran-peran besar yang mereka emban.

By admin

Related Post