BPOM Temukan Takjil Berbahaya Mengandung Boraks–Formalin, Waspadai Ciri-cirinya

By admin Mar 7, 2026

JakartaBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah produk takjil yang mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan formalin dalam pengawasan pangan selama bulan Ramadan. Temuan tersebut diperoleh dari hasil pengujian sampel makanan yang dijual di berbagai titik penjualan takjil.

BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli makanan berbuka puasa agar terhindar dari pangan yang tidak aman.

Temuan Bahan Berbahaya

Dalam kegiatan pengawasan pangan, BPOM mengambil sampel berbagai jenis takjil yang dijual di pasar maupun lapak pedagang kaki lima.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian sampel mengandung bahan kimia berbahaya yang sebenarnya tidak diperbolehkan digunakan dalam makanan.

Boraks dan formalin sering disalahgunakan untuk membuat makanan lebih tahan lama atau memiliki tekstur tertentu.

Bahaya Boraks dan Formalin

Boraks dan formalin merupakan bahan kimia yang seharusnya digunakan untuk keperluan industri, bukan makanan.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, kedua zat tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi pada sistem pencernaan hingga kerusakan organ tubuh.

Karena itu, BPOM menegaskan penggunaan bahan tersebut dalam makanan merupakan pelanggaran hukum.

Ciri-ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

BPOM juga mengimbau masyarakat mengenali beberapa ciri makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya, antara lain:

  • Tekstur makanan terlalu kenyal atau sangat keras tidak wajar

  • Warna makanan terlalu mencolok atau tampak tidak alami

  • Makanan tahan lama meski disimpan pada suhu ruang

  • Aroma makanan tidak seperti makanan segar pada umumnya

Jika menemukan ciri tersebut, masyarakat disarankan untuk tidak mengonsumsinya.

Pengawasan Pangan Selama Ramadan

BPOM secara rutin melakukan pengawasan terhadap makanan yang beredar selama Ramadan, termasuk takjil yang dijual di pasar dan pusat keramaian.

Kegiatan ini bertujuan memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan memenuhi standar kesehatan.

Selain pemeriksaan sampel, BPOM juga melakukan edukasi kepada pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya.

Imbauan bagi Masyarakat

BPOM mengajak masyarakat untuk lebih selektif saat membeli makanan berbuka puasa.

Masyarakat disarankan membeli makanan dari penjual yang menjaga kebersihan serta memastikan bahan yang digunakan aman.

Jika menemukan makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, masyarakat dapat melaporkannya kepada BPOM atau instansi terkait.

Dengan kewaspadaan bersama, keamanan pangan selama Ramadan diharapkan dapat terjaga dengan baik.

By admin

Related Post